Minggu, 21 Desember 2008

Setetes EmbunAnalisis Cerita Sebuah Pertanyaan Bijak di Persimpangan Jalan

Pada beberapa waktu yang lalu, “Setetes Embun” menulis mengenai kisah seorang laki-laki yang berkelana mencari kebenaran hakiki menuju suatu desa penuh kejujuran bernama desa Pitana. Untuk melihat postingan yang dimaksud, bisa di klik di “Sebuah Pertanyaan Bijak di Persimpangan Jalan” ini.

Ringkas cerita, Setelah Anggara sampai di persimpangan jalan antara desa Pitana dan Perkampungan Dora, dia kemudian bertanya kepada seseorang. Berdasarkan jawaban orang tersebut yang menunjuk salah satu dari kedua jalan itu, Anggara kemudian mengikutinya dan sampailah dia ke desa Pitana yang tanpa dusta. Kita semua tahu bahwa Anggara belum mengetahui apakah orang tersebut dari Dora atau Pitana, maka sebuah pertanyaan Anggara itu pastilah pertanyaan berbobot yang tidak asal ucap semata. Pertanyaan yang menghasilkan jawaban yang pasti benar akan keberadaan desa Pitana. Lantas, apakah yang menjadi pertanyaan Anggara sehingga orang tersebut mau menjawab dengan benar ke mana arah desa Pitana yang sesungguhnya???

Analisis dari cerita di atas :

  1. Anggara berada di suatu persimpangan jalan yang bercabang menuju 2 tujuan berbeda

  2. Seseorang muncul dari salah satu cabang jalan di persimpangan itu

  3. Belum diketahui apakah orang itu berasal dari Dora atau Pitana

  4. Anggara menanyakan sebuah pertanyaan kepada orang itu

  5. Jika berasal dari Dora, jawabannya adalah dusta, dan jika dari Pitana, kebenaranlah jawabannya

  6. Orang itu menjawab pertanyaan Anggara sambil menunjuk salah satu jalan di persimpangan itu

  7. Anggara mengikuti arah yang ditunjuk orang itu dan sampailah dia di desa Pitana


Setelah mengetahui poin-poin yang dikemukakan atas, mungkin ada dari kawan-kawan yang telah mengetahui apakah sebenarnya pertanyaan bijak Anggara itu. Jadi, Setetes Embun masih mempersilakan para sobat yang berkenan sharing jawaban mengenai pertanyaan itu dengan mengisi kotak komentar pada postingan ini. Untuk sobat rama,bani biasa,ecko yang telah memberikan komentar pada posting Anggara yang sebelumnya, disampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya telah ikut berperan serta. Pertanyaan dari Anggara ini akan kita singkap bersamaan dengan analisis semua kemungkinan jawaban dari komentar-komentar yang disampaikan para sobat semua di postingan ini dan postingan sebelumnya. Nantikan postingan tersebut 1 minggu lagi dimulai dari tanggal posting artikel ini.

Next…
Selengkapnya...

Sabtu, 20 Desember 2008

Setetes EmbunTerms Of Service

This information on this page is provided as the Current and Potential End-User (The Client)'s Terms Of Services. These Terms are defined by ilalangpagi.blogspot.com Network Services and dictact the methods by which ilalangpagi.blogspot.com Network Services and The Client interact. The terms and conditions set forth herein constitute a full and complete agreement between The Client and ilalangpagi.blogspot.com Network Services. By using the ilalangpagi.blogspot.com Network Services website, servers, and/or services, The Client agrees to and are bound by the Terms of this Agreement. The terms contained herein supersede and replace any other agreement or negotiation between The Client and ilalangpagi.blogspot.com Network Services, whether oral, written, or otherwise, including any statements made to The Client by any representative of ilalangpagi.blogspot.com Network Services at any time. Any amendments, changes, additions, deletions, or other modifications of this agreement are void unless express in writing and agreed to by ilalangpagi.blogspot.com Network Services. Upon such amendments, changes, additions, deletions, or modifications of this agreement, The Client will be notified by ilalangpagi.blogspot.com Network Services and the new Terms Of Services deemed effective.

Payment Of Fees and Refunds

  1. Payment Of Fees
    1. Payment of fees can be made in bank transfer or Online Payment Account. Payments utilizing such services are subject to additional processing fees (administration fee, transfer fee, etc).

      Payments made through Bank Transfer and Online Payment Account should be made out and transferred to the following account. Please confirm your payment with SMS to +6285645784800 or email to radh_waw@yahoo.com so that ilalangpagi.blogspot.com Network Services may properly validate your existence.

      Acc. Holder: Radhitya Wawan Yunarko
      Bank Name: Bank BNI KC ITS, Surabaya
      Acc No.: 0154746600

      Acc. Holder: Radhitya Wawan Yunarko
      PayPal ID: radh_waw@yahoo.com

      Acc. Holder: Radhitya Wawan Yunarko
      AlertPay ID: radh_waw@yahoo.com (still in process)

    2. Payment for all products and services are due in advance, unless specifically stated otherwise in the offer or promotion pursuant to which The Client ordered or is ordering.

  2. Refunds of service fees will be made only for pre-payment sales of service beyond the renewal date following the effective notice and termination of this agreement. All refunds shall be prorate based on the number of days which services remains unused as of the renewal date. ilalangpagi.blogspot.com Network Services may grant refunds under other circumstances as it deems appropriate without waiving any other rights hereunder.


Sincerely,

Radhitya Wawan Yunarko
Selengkapnya...

Kamis, 18 Desember 2008

Setetes EmbunLatihan UAS Kalkulus I

Ditujukan pada temen-temen yang berminat untuk copy soal-soal UAS Kalkulus buat persiapan menghadapi UAS yang semakin dekat, Ni ada soal-soal buat latihan.
Mohon maaf tidak dapat di ketik di postingan ini, soalnya kalau diketik Equationnya (persamaan Integral, Sigma, dll.) gak bisa terbaca...
Untuk melihat soal dengan jelas, klik pada gambar soal di bawah ini, maka nanti akan keluar window baru yang menampilkan soal dengan tampilan yang lebih besar dan jelas...
Atau kalau mau download soal, silakan download dalam pilihan PDF, DOC, ataupun JPG pada link yang tersedia pada bagian bawah postingan ini....
Latihan Kalkulus (1)

Latihan Kalkulus (2)

  1. Soal Kalkulus I (PDF)

  2. Soal Kalkulus I (DOC)

  3. Soal Kalkulus I (JPG)

Selengkapnya...

Rabu, 03 Desember 2008

Setetes EmbunSebuah Pertanyaan Bijak di Persimpangan Jalan

Seorang laki-laki sedang berjalan menyusuri gurun pasir di suatu daerah di kala terik matahari menyengat urat. Dialah Anggara. Dia berkelana untuk menuju ke sebuah desa bernama Desa Pitana, di mana semua penduduknya selalu mengatakan kebenaran dan berbicara jujur. Di dekat Pitana, terdapat sebuah perkampungan di mana semua orang di sana selalu berdusta dan tiada henti berkata bohong. Perkampungan ini bernama Kampung Dora.

Setelah berjalan sekian lama dalam beberapa waktu, sampailah Anggara di suatu persimpangan jalan. Jalan yang satu menuju ke arah Pitana, dan jalan yang lain mengarah ke perkampungan Dora. Akan tetapi naas, Anggara tidak tahu mana jalan yang menuju ke Pitana, dan mana jalan yang mengarah ke perkampungan Dora. Dia berdiri sambil terdiam beberapa saat dengan mengernyitkan kening dan memegang dagunya. Dia berpikir, menganalisa, dan mengingat-ingat manakah jalan yang harus ditempuh untuk menuju ke Desa Pitana. Anggara terlihat bimbang untuk memilih jalan yang mana. Jika dia salah menempuh jalan, dia akan mengarah ke Perkampungan Dora, dan ketika dia sampai sana, dia akan mendapat masalah yang sulit, karena semua penduduk di sana tidak pernah berkata jujur. Anggara tetap terdiam dan berharap suatu bantuan datang untuk menunjukkan jalan yang benar menuju Desa Pitana.

Tak beberapa lama, datanglah seorang perempuan dari salah satu jalan di persimpangan itu memecah kebimbangan Anggara. Anggara hendak bertanya kepada perempuan itu, manakah jalan yang menuju ke Desa Pitana. Namun, Anggara sesaat berpikir, apa yang akan ia tanyakan kepada perempuan itu, karena ia tidak tahu apakah perempuan itu berasal dari Desa Pitana atau Perkampungan Dora. Jika perempuan itu berasal dari Pitana, pasti dia akan menjawab dengan jujur, tetapi jika ia berasal dari Dora, pasti dia akan mengatakan kebohongan. Dalam hal ini tentu saja Anggara juga tidak bisa menanyakan dari manakah perempuan itu, karena bisa saja dia berbohong dalam menjawabnya.

Anggara kembali mengernyitkan dagu, dan tidak berapa lama, dihampirinya perempuan itu. Anggara menyapa dan dengan tersenyum ia menanyakan sebuah pertanyaan bijak kepadanya. Perempuan tadi menjawab pertanyaan Anggara sambil menunjuk ke salah satu jalan pada persimpangan itu. Dari jawaban perempuan itu, Anggara lalu beranjak dan menuju ke arah jalan yang ditunjuk oleh perempuan tadi, dan tidak beberapa lama, sampailah dia di Desa Pitana. Lantas, apakah pertanyaan yang sebenarnya ditanyakan oleh Anggara kepada perempuan itu sehingga Anggara dengan pasti mengetahui arah mana jalan yang menuju ke Desa Pitana?

  • Bagi para pembaca yang telah mengetahui pertanyaan Anggara dan ingin mencoba untuk mengetahui apakah jawaban anda benar atau tidak, silakan tuliskan pertanyaan Anggara di atas menurut anda dan ketikkan pada kolom komentar pada artikel ini.

Selengkapnya...
 
back to top